Potensi Komoditi Pertanian RI
UPLAND Project - Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil berbagai produk komoditi pasar yang cukup besar dan berpotensial. Komoditi pasar seperti produk rempah organik dan produk pertanian lainnya, sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Sejumlah perusahaan dari berbagai negara sangat tertarik untuk melakukan importasi komoditas pertanian Indonesia. Dari negara Belanda saja, terdapat beberapa perusahaan yang tertarik membeli produk pertanian Indonesia.
Mulai dari Interaromat BV, Pacisic Spizes, Ogilvy BV, Four Trade BV, Twisted Concepts BV, Twisted Concepts BV, hingga Tokopoint BV. Serta sejumlah importir makanan setempat. Beberapa produk seperti kopi, kemiri, kayu manis, lada, selada air, jamur, buncis,
lobak, bit, labu siam, waluh lokal, dan kentang, dan juga beberapa jenis komoditas lainnya
yang sudah diekspor ke Cina dan negara-negara lain di kawasan Asia, Eropa serta Amerika.
Menurut data Food & Agriculture (FAO), komoditas pertanian paling banyak
diproduksi Indonesia adalah kelapa sawit. Selain kelapa sawit, Indonesia juga dikenal
sebagai lumbung padi Asia Tenggara bahkan dunia. Komoditas lainnya yang juga banyak
diproduksi di Indonesia adalah tebu. Diikuti oleh jagung, singkong, pisang, telur ayam dan
daging ayam.
Komoditi pertanian tanah air memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar global.
Oleh karena itu, para petani diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan mutu produk
pertanian agar siap menembus pasar internasional yang lebih luas lagi. Selain itu,
pemerintah telah berusaha untuk menciptakan inovasi dan terobosan perkarantinaan dan
pendampingan. Permintaan ekspor pertanian yang terus meningkat menjadi bukti bahwa
komoditi pertanian Indonesia memiliki potensi yang sangat besar bagi ketahanan pangan
dan perekonomian negara.