Misi PIASR IsDB
|
|
|
|
|
|
Islamic Development Bank (IsDB) melibatkan beberapa instansi pemerintah (Kementan, Kemenkeu, dan Bappenas), mitra kerjasama, dan stakeholder terkait melakukan misi Project Implementation Assessment and Support (PIASR) dengan tujuan pemantauan dan evaluasi serta persiapan keberlanjutan di fase akhir kegiatan The Development of Integrated Farming System at Upland Areas (UPLAND). Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo pada tanggal 26-29 Agustus 2025, dan dilanjutkan di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara pada tanggal 8-12 September 2025.
Kunjungan lapangan di Kabupaten Gorontalo pada hari ke-1 adalah pertemuan di kantor Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo dan dilanjutkan di balai Desa Puncak, Kecamatan Palubala. Muljady D. Mario, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo menyampaikan bahwa pengembangan komoditas pisang gapi merah yang merupakan unggulan proyek UPLAND dan sudah ditanam secara luas, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Saat ini masyarakat yang sebelumnya masih terbatas untuk pengetahuan budidaya pisang secara lokal, dengan adanya UPLAND mampu meningkatkan kemampuan, keterampilan, serta kemudahan dengan fasilitasi yang diberikan melalui intervensi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ketua Poktan Tumpang Sari mengungkapkan bahwa kegiatan UPLAND membantu masyarakat melalui pendampingan mengenai teknis budidaya hingga pemasaran, hal ini memberikan kepercayaan diri untuk melakukan pengelolaan secara mandiri.
Selanjutnya di hari ke-2 dilakukan kunjungan ke Desa Dulamayo Selatan, Kecamatan Toyidibo yaitu di Poktan Gotong Royong untuk dilakukan diskusi. Liwan Nurdin, selaku ketua Poktan menyampaikan bahwa di UPLAND diajari bagaimana cara budidaya pisang, terutama belajar cara menanam, pemupukan, cara panen. Hingga saat ini ada peningkatan, baik produksi dan pendapatan petani. Setelah ada UPLAND, setiap minggu ada pendapatan, adanya Jalan Usaha Tani (JUT) memudahkan untuk akses transportasi ke lokasi lahan. Selanjutnya, tim dijamu makan siang di rumah dinas Bupati Kabupaten Gorontalo. Sofyan Puhi, Bupati Kabupaten Gorontalo menyampaikan bahwa pemda akan mendukung pelaksanaan kegiatan UPLAND melalui APBD di tahun 2025 dan 2026. Kucuran dana yang dialokasikan tersebut, agar sesuai dengan peruntukan dan bermanfaat bagi petani pisang gapi di Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan Misi dilanjutkan di Kabupaten Purbalingga dengan rangkaian kegiatan di Kantor Dinas pertanian, Rumah Potong Hewan, lokasi UPPO biogas, poktan KWT dan berakhir Gedung OR Graha Adiguna. Revon Haprindiat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga menyampaikan bahwa keberadaan UPLAND tidak hanya bermanfaat dengan adanya pembangunan fisik seperti JUT, embung, water reservoir, dsb, namun ada upaya pembentukan karakter, semangat juang petani maupun peternak untuk peningkatan kesejahteraan. Untuk saat ini Desa Kejobong sejak ada UPLAND melalui Koperasi Produsen Perwira Cipta Mandiri dikenal sebagai desa devisa yang sudah melakukan ekspor lada sebesar 300 ton ke Jepang. Henny Sulasti, Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga mengatakan bahwa aktivitas yang sudah berjalan melalui kegiatan UPLAND jangan berhenti begitu proyek berakhir. Investasi yang sudah diberikan agar memberikan dampak bagi masyarakat, melalui support yang berjalan secara berkesinambungan. Sekarang tidak lagi bicara pada komoditas lada, namun beralih pada kapulaga, sehingga perlu pengawalan yang baik agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar.
Kunjungan Misi PIASR IsDB selanjutnya dilakukan di Kabupaten Banjarnegara, antara lain di Aula Pertemuan Bupati, lokasi JUT, Balai Desa Pagentan, rumah display, dan di Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (PPKP) Kabupaten Banjarnegara. Firman Sapta Adi, Kepala Dinas PPKP Kabupaten Banjarnegara menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi permasalahan di bidang pertanian adalah aspek lingkungan, dimana sungai yang ada sudah tersedimentasi di hulu. Oleh karena itu, perlu tanaman jangka panjang, salah satunya adalah kopi. Melalui UPLAND petani belajar cara pengolahan pupuk organik, cara pemeliharaan (gunting kopi), hingga panen. Fasilitas sudah disiapkan di bagian hilir melalui dukungan warehouse dan pemasaran. Selain kopi, ada juga domba batur yang merupakan jenis lokal, untuk saat ini sudah ada peningkatan jumlah ternak, sehingga mendukung kelestarian populasi domba batur. Amalia Desiana, Bupati Kabupaten Banjarnegara menyampaikan bahwa isu utama saat ini adalah pada konservasi lingkungan, sehingga perlu mengganti komoditas yang lebih ramah lingkungan. Komoditas kopi yang menjadi permasalahan adalah branding, sedangkan untuk taste yang terkait dengan kualitas kopi berkat UPLAND sekarang menjadi meningkat.
Muhammad Ikhwan, selaku Manager Pengelola Kegiatan UPLAND Pusat menyampaikan bahwa untuk mendukung keberlanjutan proyek, maka perlu dukungan dari pemerintah daerah agar dapat memobilisasi sumber daya yang ada dan concern pada kegiatan yang sudah diberikan melalui UPLAND, baik melalui pelatihan, fasilitasi infrastruktur, penguatan modal, dsb. Sehingga pada saat UPLAND sudah berakhir di tahun 2026, petani masih merasakan dampak positifnya. Untuk kegiatan di tahun 2025 agar dilakukan percepatan, sehingga tidak menghambat proses reimburse keuangan yang mempengaruhi pada kondisi fiskal daerah.
Hasil wrap up kegiatan Misi PIASR IsDB yang dilaksanakan di 3 kabupaten disampaikan oleh Annisa, perwakilan dari IsDB, menyampaikan bahwa agar proyek dapat berkelanjutan maka perlu diperhatikan bagaimana proses operasional dan maintenance pada aset yang sudah diberikan. Kemudian sejauhmana dampak yang dihasilkan dari intervensi yang sudah diberikan melalui saprodi, pelatihan, sekolah lapang, demplot, misalnya apa teknik budidaya tertentu di dataran tinggi dengan mempertimbangkan ketahanan iklim. UPLAND memberikan fasilitasi lengkap dari hulu ke hilir, termasuk pada kepastian akses pasar yang didorong untuk menjangkau hingga potensi ekspor. Penguatan kelembagaan menjadi hal yang penting dengan dilakukan pelatihan khusus mengenai pengembangan usaha dan literasi keuangan usaha (microfinance). Pada kabupaten yang mempunyai komoditas baru, agar memperhatikan rencana usaha dan bisnis yang sudah disusun, namun tidak meninggalkan pendampingan pada komoditas lama.
Hasil dari Misi IsDB menjadi bahan evaluasi bersama bagi pengelola kegiatan UPLAND baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk memperkuat sinergi yang baik hingga akhir proyek kurang lebih 1 tahun ke depan. Exit strategy kegiatan yang sudah dikerjakan agar dipersiapkan dan direncanakan dengan baik, sehingga keberlanjutan proyek dapat dilaksanakan. Semua kerja keras dan usaha yang dilakukan adalah untuk peningkatan kesejahteraan petani, produktivitas hasil, dan ketahanan pangan masyarakat. UPLAND Project....Maju Terus Pertanian Indonesia....😀