[email protected] (021) 7823975

Minsel Anggarkan 22 M Untuk Alat pertanian

UPLAND Project - Dalam rangka mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar kegiatan penanaman perdana benih kentang dalam program Upland tahun 2022 yang dirangkaikan dengan Pencanangan Kampung Sayor di Kecamatan Modoinding, bertempat di Desa Sinisir, Kamis (04/08/2022).

Kegiatan yang dihadiri langsung Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, Franky Donny Wongkar dan Petra Yani Rembang ini diawali dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Kepala Dinas Pertanian Minsel Feibe Pusung.

Dalam laporannya Feibe menyampaikan, untuk program Upland ini telah dianggarkan dana sebesar 22 Miliar 10 Juta Rupiah. Keseluruhan anggaran itu akan digunakan untuk:

Pembangunan jalan usaha tani sepanjang 6 KM
Pembangunan 7 unit embung pertanian
Pembangunan 36 irigasi sprinkle
Pembangunan 10 unit sumur dalam
Benih kentang sebanyak 240.000 KG untuk 200 hektar

Alat dan mesin pertanian untuk 66 kelompok tani penerima manfaat upland
1 unit traktor roda 4
Alat panen kentang
Sarana pasca panen kentang

Sementara untuk pengembangan koorporasi petani akan diadakan:

2 unit bangunan gudang
1 unit kendaraan truk
5 unit kendaraan roda 3
2 unit sarana pemrosesan

Alat pengemasan digital

“Jadi, bantuan itu akan diberikan nanti secara bertahap dengan melalui prosesnya,” jelas Feibe.
Lanjut dikatakan Feibe, selain dari pengadaan sarana dan prasarana. Kelompok Tani penerima manfaat juga dapat memanfaatkan fasilitas Microfonance untuk program upland ini.

“Dalam kesempatan ini juga, sesuai dengan arah kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Minahasa Selatan akan dicanangkan Kampung Sayor yang merupakan program perwilayahan komoditi pertanian di Kecamatan Modoinding,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati dalam sambutannya mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan upland ini untuk meningkatkan produktifitas pertanian serta peningkatan perekonomian para petani. Selain itu, akan dilakukan juga pengembangan sistem agro bisnis dan penguatan sistem kelembagaan bagi penerima manfaat.

“Artinya, dengan kegiatan ini para kelompok penerima manfaat kelembagaannya harus kuat, jangan bermain sendiri-sendiri, harus bersama agar supaya program ini bisa sukses dan yang mendapatkan keuntungan adalah petani sendiri,” ujar Bupati.