[email protected] (021) 7823975

Tinjauan Lapangan UPLAND Project di Kabupaten Malang oleh Komisi IV DPR RI

Komisi IV DPR RI melakukan Kunjungan Kerja (kunker) Spesifik di lokasi program ”The Development of Integrated Farming System in Upland Areas” (UPLAND) di Desa Pujon Kidul dan Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 21 Juli 2025 dengan melibatkan beberapa instansi lingkup Kementerian Pertanian, Bapanas, PT. Pupuk Indonesia, dan ID Food. Kegiatan UPLAND bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peningkatan produktivitas, dengan mempertimbangkan kesesuaian agroekologis, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal. Pengembangan sektor pertanian di dataran tinggi dan di luar sistem irigasi teknis menjadi tantangan untuk menjadi sebuah peluang dalam mendukung upaya swasembada pangan. Sektor pertanian selain untuk pemenuhan kebutuhan pokok, juga mempunyai potensi nilai ekonomi tinggi untuk dikembangkan. Salah satunya di Kabupaten Malang, dengan komoditas utamanya adalah bawang merah yang terintegrasi dengan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) biogas, dan saat ini sudah berkembang dalam satu kawasan agroeduwisata Desa Pujon Kidul. 

Kegiatan kunker di Desa Pujon Kidul diawali dengan diskusi bersama petani/gapoktan, penyuluh, dan masyarakat, dilanjutkan meninjau (UPPO) biogas, proses pengolahan pupuk di rumah produksi pupuk kompos, melakukan tanam bersama, melihat proses pengolahan produk susu, dan diakhiri dengan ramah tamah di cafe sawah.  Disela-sela diskusi, disajikan pula beberapa produk segar maupun olahan komoditas utama bawang merah dan susu, seperti kerupuk, minyak bawang merah, snack, cookies, susu segar, dan kefir.

”Program UPLAND memberikan dampak yang nyata dalam peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Pujon Kidul, hal ini terjadi karena adanya bantuan yang diberikan melalui pembangunan infrastruktur, seperti jalan usaha tani (JUT), embung dan pipanisasi. Adanya JUT memudahkan akses transportasi untuk input produksi maupun pemasaran, kemudian embung memperlancar pengairan hingga ke lahan garap. Kemudian dengan adanya UPPO membantu pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kompos, sehingga dapat dimanfaatkan oleh petani”, kata Amin, salah satu petani.

”Kendala yang dihadapi saat ini adalah kepastian harga yang diharapkan ada kebijakan dari pemerintah untuk mengatasinya, termasuk juga pada kebutuhan pupuk subsidi bagi tanaman hortikultura yang dapat mengurangi biaya produksi”, lanjut Amin.

”Kami yang bergabung di Kelompok Wanita Tani (KWT) sudah mampu menghasilkan beberapa aneka produk olahan dan saat ini bisa dilihat dan dinikmati langsung”, sahut salah satu ibu anggota KWT.

”Permasalahan yang terjadi saat ini adalah di pemasaran, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengatasinya. Fasilitas yang terbangun sudah banyak, namun jika tidak ada yang peduli pada bagian hilirisasi (pemasaran) maka akan menjadi percuma ”, kata Dwita Ria Gunadi, dari Fraksi Gerindra Komisi IV DPR RI.

Sementara itu, Dr. Ir. Hermanto, selaku Plt. Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, menyampaikan bahwa sejalan dengan konsep kegiatan UPLAND yang terintegrasi dari tahap penyiapan lahan air, budidaya, penanganan pasca panen hingga pemasaran (hulu hingga hilir), maka intervensi dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, penguatan kelembagaan hingga bertemu dengan offtaker untuk memastikan pemasaran berjalan lancar.

Lalu, berkaitan dengan pupuk subsidi untuk saat ini lebih difokuskan pada sembilan bahan pokok (sembako), untuk hortikultura, terdiri dari komoditas bawang merah, bawang putih, dan cabai. Untuk komoditas di luar 3 jenis tersebut, akan dicoba melalui mekanisme yang lain dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan ketersediaannya.

I Nyoman Adi Wiryatama, selaku Ketua Rombongan Komisi IV DPR RI, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program UPLAND di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang yang secara menyeluruh dampaknya sudah terlihat, tidak hanya beberapa bagian saja. Hal ini terlihat salah satunya terpenuhinya kebutuhan air, walaupun secara geografis letaknya berada di dataran tinggi. Kemudian adanya konsep desa wisata yang ada saat ini, menunjukkan pengelolaan sudah berjalan dengan baik, sehingga dapat dinyatakan bahwa kegiatan UPLAND adalah berhasil.

Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan di UPPO biogas yang berada di Desa Ngabab sebagai penutup rangkaian kegiatan kunjungan kerja spesifik di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi pengelola program UPLAND dan membangun rasa optimis dengan adanya dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan agar berjalan dengan baik dan lancar.