Budidaya Kentang di Minahasa Selatan
UPLAND Project, MINAHASA SELATAN - Tanaman kentang merupakan salah satu komoditi yang masuk dalam skala usaha tani. Tujuan dari adanya usaha tani kentang tersebut adalah melakukan penjualan hasil panen kentang dengan target pasar dalam negeri dan luar negeri (ekspor).
Sebagai tanaman Hortikultura, tanaman kentang termasuk jenis sayuran yang merupakan
tumbuhan anggota genus Solanum. Tanaman kentang ini memiliki beberapa jenis, yaotu kentang putih, kentang kuning, kentang merah, kentang hijau dan kentang hitam.
Budidaya tanaman kentang dapat dilakukan dengan mudah di Indonesia. Kentang dapat tumbuh di iklim tropis, selain itu kentang juga dapat ditanam di dataran tinggi. Tanaman kentang
merupakan komoditas yang paling banyak dicari dikalangan masyarakat. Kentang dijadikan
olahan rumah tangga dan dapat juga membantu dalam peningkatkan pendapatan masyarakat
melalui budidaya kentang di daerah masing-masing.
Daerah yang membudidaya kentang secara masif salah satunya ada di daerah Minahasa Selatan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara tahun 2021, Kabupaten Minahasa Selatan adalah kabupaten penghasil kentang tertinggi di wilayah tersebut. Penghasil kentang tertinggi berada di kecamatan Modoinding, yang juga menjadi bagian dari daerah pelaksanaan proyek UPLAND Project di Minahasa Selatan.
Hasil produksi kentang di Kecamatan Modoinding melaju pesat dan dapat membantu
meningkatkan pendapatan keluarga petani dan menciptakan bibit kentang unggulan. Hasil panen kentang di Kecamatan Modoining ini tidak hanya dipasarkan di Kecamatan Modining saja, tetapi juga meluas hingga ke seluruh Sulawesi Utara. Selain itu, untuk dapat menjangkau pemasaran yang lebih luas, dibantu dengan dana yang diberikan oleh UPLAND Project, Minahasa Selatan membentuk korporasi untuk melakuukan pemasaran dan menyalurkan hasil produksi kentang dengan tepat dan cepat, sehingga para petani kentang menjadi lebih mandiri secara pendapatan dan meningkatkan sistem kelembagaan yang terintegrasi.