[email protected] (021) 7823975

Kabar Baik! Subsidi Pupuk 2024

UPLAND Project, Jakarta - Konflik Ukraina dan Rusia telah berdampak pada petani di Indonesia. 5 pabrik pupuk di Indonesia masih mengambil bahan baku dari kedua negara tersebut. Karena  terjadinya perang, maka logistic (kapal) pengangkut bahan pupuk  masih sangat terkendala. Hal tersebut yang menjadi salah satu faktor kelangkaan pupuk, yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat petani saat ini.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, disebut telah menyanggupi penyediaan pupuk pada 2024 dan akan melakukan pengontrolan agar tidak ada masalah dalam pelaksanaan di lapangan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada Kunjungan kerjanya di Jawa Tengah13 Desember 2023 lalu.

Pemberian subsidi pupuk kepada para petani bertujuan untuk menekan laju inflasi pangan yang cukup tinggi di tahun 2022 lalu. Lonjakan pangan yang terjadi disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19, keaikan BBM subsidi, hingga dampak dari konflik Rusia, dan Ukraina.

Menteri Keuangan Sri Mulyanai, menyebut telah mengalokasikan anggaran pupuk subsidi tahun 2023 mencapai Rp. 24 triliun. Nilai ini lebih rendah dari subsisi pupuk tahun 2022 yang mencapai Rp. 25,3 triliun. Kabar baik bagi para petani di Indonesia, tahun 2024, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menganggarkan dana untuk subsidi pupuk lebih tinggi dari tahun 2022/2023. Anggaran subsidi pupuk tahun 2024 adalah sebesar 26,68 triliun.

Stok pupuk tersebut terdiri dari dua jenis yaitu urea dan NPK sesuai dengan Peratiran Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian.

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah akan segera memastikan untuk menyelesaikan permasalahan pupuk yang banyak dikeluhkan para petani di Indonesia. Tahun 2024, para petani sudah bisa mendapatkan pupuk subsidi dengan anggaran yang jauh lebih layak dari tahun-tahun sebelumnya.