[email protected] (021) 7823975

Cara Menghitung Kebutuhan Benih Bawang Merah Versi Upload Sumenep

UPLAND Project, Jakarta - Menghitung kebutuhan benih merupakan kegiatan perencanaan yang penting sebelum seorang petani memulai agribisnis. Perencanaan menjadi penting karena berimbas pada hasil pertanian. Kesalahan dalam perencanaan akan merugikan petani.

Sebelum melakukan perhitungan, disarankan untuk menentukan terlebih dahulu jenis varietas yang akan ditanam dan cari informasi deskripsi varietas terutama berat kering benih umbi yang akan dipesan. Jika varietas bawang merah tersebut memiliki umbi yang besar, tentu pemesanan akan membutuhkan jumlah yang lebih besar atau lebih berat daripada umbi sedang dan kecil.

Setelah menentukan varietas, selanjutnya menentukan jarak penanaman bawang merah. Jarak ini cukup bervariasi, Ada petani yang menggunakan 25 x 25 cm, atau 25 x 20 cm, 20 x 20 cm, 20 x 15 cm, dan 15 x 15 cm. sebagian pakar mengatakan bahwa perlakuan populasi atau mengatur jarak tanaman turut mempengaruhi produktivitas lahan bawang merah.

Jarak tanaman juga ditentukan dari lahan yang akan digunakan. Jika lahan yang digunakan mengandung unsur hara yang tinggi atau dikatakan subur, kemudian intensitas cahaya juga tinggi, maka jarak yang rapat bisa memaksimalkan hasil. Sebaliknya, jika intensitas cahaya kurang dan lahan kurang subur, maka jarak tanam yang lebih renggang direkomendasikan untuk kondisi yang seperti ini.

Untuk meminimalisir terbuangnya benih karena pemesanan benih terlalu banyak atau sebaliknya. Maka jumlah benih yang akan digunakan juga perlu diperhatikan. Dalam hal ini, lagi-lagi Luas lahan berpengaruh pada jumlah benih yang akan digunakan. Tidak hanya itu, design lahan seperti pembuatan bedengan juga mempengaruhi. Semakin lebar bedengan yang dibuat, maka semakin kecil lahan yang digunakan untuk parit, sehingga semakin banyak kebutuhan benih.

Terdapat dua cara untuk menghitung kebutuhan benih bawang merah tersebut.

Cara pertama, asumsi semua lahan ditanami bawang merah

Rumus menghitung kebutuhan benih bawang merah adalah luas lahan / jarak tanam

Sehingga benih yang diperlukan adalah:

200 m2 / (15 x 15) cm2,

200 m2 / 225 cm2,

200 m2 / 0,0225 m2,

8.889 umbi.

Kemudian masukkan nilai afkir 10 persen:

8.889 umbi x 110/100 = 9.778 umbi, (110 diperoleh dari 100% + 10%)

Kemudian konversi ke berat:

9.778 umbi x 5 gram/umbi

= 48.890 gram

= 48,89 Kg

= 49 Kg

Sehingga umbi yang dibutuhkan adalah 49 Kg.

Cara kedua, memperhitungkan jumlah lahan yang tidak dipakai sebelum menghitung kebutuhan benih, kita hitung dulu persentase lahan yang benar-benar ditanami bawang merah. Misalnya lahan 200 m2 tersebut berukuran 20 m x 10 m. kemudian dibuat bedengan ukuran 1.5 x 10 m, dengan jarak antar bedengan 0.5 m.

Sehingga dapat dibayangkan terdapat kurang lebih 10 bedengan (20 / (1.5+0.5) = 10 bedengan, dengan luas lahan yang dipakai untuk parit = 0.5 m x 20 m x 10 bedengan = 50 m2

Artinya luas lahan yang digunakan untuk ditanami bawang merah adalah 150 m2 dari 200 m2. Dengan cara yang sama perhitungannya dengan diatas, diperoleh hasil kebutuhan bawang erahnya:

150 m2 / (15 x 15) cm2,

150 m2 / 225 cm2,

150 m2 / 0,0225 m2,

6.667 umbi.

6.667 umbi x 110% = 7.334 umbi

7.334 umbi x 5 gram/umbi

= 36.670 gram

= 36,67 Kg

Demikian cara menghitung kebutuhan benih bawang merah. Teknik penghitungan keduanya sama sama bisa digunakan untuk perencanaa dalam penanaman bawang merah.